Suasana damai di Cicalengka, Kabupaten Bandung, seketika terusik oleh peristiwa tragis pada Minggu, 31 Mei 2026. Di Jalan Raya Cicalengka RT 02 RW 03 Desa Tenjolaya, sebuah insiden kecelakaan lalu lintas merenggut nyawa dan meninggalkan duka mendalam. Babinsa Koramil 2402/Cicalengka, Serka Maman Suherman, segera bertindak sigap di lokasi kejadian, berupaya mengamankan situasi dan meminimalisir dampak dari musibah tersebut.
Kecelakaan ini melibatkan bus jemputan karyawan PT Insan Sandang Internusa bernomor polisi D 7619 YK, yang dikemudikan oleh Dedi Mulyadi, warga Kp. Nagrog RT 03 RW 13 Desa Babakan Peuteuy. Peristiwa mengerikan ini bermula ketika sebuah motor Honda Beat putih dengan nomor polisi D 6216 VDA, yang dikendarai oleh Dira (18) bersama penumpangnya, Raisa Firmansah (18), melaju dari arah Bandung menuju Cicalengka.
Dalam upaya menyalip bus karyawan yang berjalan searah, nasib nahas menimpa pengendara motor Beat. Di saat yang bersamaan, melintas dari arah berlawanan, yaitu Cicalengka menuju Bandung, sebuah motor RX King. Motor ini dikendarai oleh Adi Putra (Serda), seorang anggota TNI AD dari satuan Den Zipur 11 Merauke, Papua Selatan, yang berboncengan dengan Nazira Qorisavo.
Diduga kuat, saat proses menyalip itulah motor Beat bersenggolan dengan motor RX King. Akibat senggolan tersebut, pengendara dan penumpang motor Beat terjatuh. Tragisnya, Raisa Firmansah, sang penumpang motor Beat, terpental ke kolong bus jemputan karyawan dan terlindas ban belakang kendaraan tersebut. Ia dinyatakan meninggal dunia seketika di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Menyaksikan insiden yang memilukan ini, Serka Maman Suherman bersama aparat terkait lainnya tidak tinggal diam. Mereka segera mengamankan lokasi kejadian, mengatur arus lalu lintas yang mulai tersendat, serta membantu proses evakuasi korban. Upaya ini dilakukan demi mencegah kemacetan yang lebih parah dan menjaga situasi tetap kondusif di tengah kepanikan.
Salah satu saksi mata yang berada di lokasi kejadian, Ami Pramuka, warga Kp. Pamucatan RT 01 RW 06 Desa Nagreg Kendan, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, turut menyaksikan detik-detik mencekam tersebut.
Peristiwa ini kini sepenuhnya ditangani oleh pihak Kepolisian untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Melalui momen duka ini, Babinsa Serka Maman Suherman tak lupa menyampaikan himbauan penting kepada seluruh pengguna jalan. Beliau menekankan pentingnya kewaspadaan, kepatuhan terhadap rambu lalu lintas, dan menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama saat berkendara di jalan raya. Harapannya, kejadian serupa tidak terulang kembali dan setiap perjalanan berakhir dengan selamat di tujuan.
