BANDUNG - Suasana di Desa Cicalengka Wetan, Kabupaten Bandung, diliputi duka mendalam pada Sabtu, 30 Mei 2026, menyusul insiden tragis yang merenggut nyawa seorang pria tak dikenal. Babinsa Desa Cicalengka Wetan, Sertu Deden Kamaludin dari Koramil 2402/Cicalengka, segera merespons laporan warga dengan mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) di petak rel 185 Km 7-8, tepatnya di Kp. Cikurutug RT 01 RW 12.
Kejadian mengerikan ini pertama kali disaksikan oleh Sdri. Rizki Revinta Dewi, yang terkejut melihat sesosok tubuh tergeletak di tepi rel dalam posisi telungkup. Dugaan awal menyebutkan korban berjalan terlalu dekat dengan jalur yang dilalui kereta api.
Tak lama berselang, kepanikan terjadi ketika Kereta Api Malabar bernomor KA 67 melintas dari arah timur menuju barat. Di lokasi yang sama, korban yang belum diketahui identitasnya ini diduga kuat tertabrak dan terpental jauh ke samping rel. Akibat benturan keras tersebut, tengkorak kepalanya pecah, menyebabkan korban meninggal dunia seketika di tempat kejadian.
Mendengar kabar duka ini dari warga, Sertu Deden Kamaludin sigap bergerak. Bersama unsur terkait lainnya, ia segera melakukan pengecekan di lokasi, mengamankan area TKP, serta berkoordinasi erat dengan pihak kepolisian, petugas PT KAI, dan tim medis demi penanganan jenazah dan investigasi lebih lanjut.
Hingga berita ini diturunkan, identitas korban masih menjadi misteri dan dalam proses penyelidikan mendalam oleh pihak berwenang. Segenap elemen masyarakat diimbau untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan menjaga jarak aman saat berada di sekitar jalur rel kereta api demi keselamatan bersama.
